Kalahkan New Balance di Pengadilan, Liverpool Pindah ke Nike Musim Depan

Klub sepak bola Liverpool berhasil memenangi sengketa kontrak dengan New Balance di Pengadilan Tinggi Inggris, Jumat, 25 Oktober 2019. Keputusan ini melapangkan jalan bagi Nike untuk menjadi sponsor baru Liverpool mulai 30 Mei 2020 mendatang.

Kalahkan New Balance di Pengadilan, Liverpool Pindah ke Nike
Klub Sepakbola Liverpool Beralih Sponsor dari New Balance ke Nike

Liverpool hampir pasti menyetujui kontrak dengan apparel Nike musim depan, usai memenangi gugatan dari New Balance soal kesepakatan kerjasama di Pengadilan.

The Reds digugat New Balance ke pengadilan setelah dinilai tidak menghargai kontrak. Sebagai informasi, perusahaan apparel olahraga asal Amerika Serikat itu membayar £40 juta per tahun kepada Liverpool sejak musim 2015/16 dan memiliki kontrak hingga akhir musim 2019/20.

Menurut kontrak tersebut, New Balance berhak memperbarui kerja sama dengan Liverpool jika sanggup menyamai tawaran dari kompetitor, yakni Nike. Kendati Nike hanya mengajukan £30 juta per tahun, Liverpool berargumen bahwa New Balance tidak bisa menyamai Nike dalam hal marketing.

Setelah pengadilan berjalan tiga hari di London, hakim Justice Teare menolak gugatan New Balance dan mengabulkan argumen Liverpool. “Liverpool akan lebih diuntungkan jika menerima tawaran Nike ketimbang tawaran New Balance terkait pemasaran produk,” demikian pernyataan resmi dari Teare.

Teare juga menambahkan, New Balance tidak sanggup menyamai tawaran Nike yang siap memanfaatkan tiga atlet superstar non-sepakbola, yakni petenis Serena Williams, pebasket LeBron James, dan musisi Drake untuk memasarkan produk Liverpool.

Selain itu, Nike juga siap berkomitmen untuk menjual produk Liverpool di 6 ribu toko mereka di seluruh dunia. New Balance membalas argumen itu bahwa mereka memiliki 40 ribu toko retail di seluruh dunia, tapi klaim itu ditolak pengadilan. “Dengan demikian, Liverpool tidak wajib untuk mengadakan perjanjian kontrak baru dengan New Balance,” imbuh Teare.

Menanggapi keputusan ini, juru bicara Liverpool mengaku puas. “Kami akan terus melanjutkan kerja sama dengan New Balance di musim ini sembari mempersiapkan diri untuk menyambut sponsor apparel baru di musim depan,” kata sang juru bicara.

Kalahkan New Balance di Pengadilan, Liverpool Pindah ke Nike
Logo New Balance Akan Menghilang dari Jersey Liverpool Musim Depan

Liverpool yang telah disponsori oleh apparel New Balance sejak 2015 sebenarnya masih memiliki nilai kontrak sebesar 45 juta pounds yang akan berakhir pada Mei 2020.

Dengan kontrak yang sudah habis, Nike menyodorkan kontrak lebih besar daripada New Balance untuk menyokong Liverpool.

Pihak Liverpool menyambut baik tawaran dari Nike, tetapi New Balance merasa tak terima karena mereka mengklaim masih punya hak untuk memperpanjang kerjasama dengan Liverpool. Masalah ini kemudian dibawa ke pengadilan tinggi oleh pihak New Balance.

Dilansir dari Liverpool Echo, kini Liverpool diputuskan memenangi gugatan dari New Balance.

Liverpool berhasil meyakinkan hakim pengadilan tinggi London Justice Nigel Teare bahwa New Balance tak mampu mengimbangi tawaran yang diajukan oleh Nike.

“Karena alasan telah dijelaskan di pengadilan, maka gugatan dari New Balance telah dibatalkan,” sebuah pernyataan resmi dari pengadilan.

Dengan keputusan ini, maka Liverpool telah bebas bernegosiasi dengan Nike karena sudah tak terikat lagi dengan New Balance.

“Liverpool senang dengan keputusan hakim untuk mengakhiri perselisihan dengan supplier jersey kami saat ini, New Balance,” kata seorang juru bicara Liverpool.

Nike sudah melakukan pendekatan ke Liverpool sejak April 2019. Perusahaan apparel berlogo centang itu digadang-gadang menciptakan rekor nilai kontrak baru dengan Liverpool. Bahkan dikabarkan nilainya menyamai nilai kontrak Manchester United dengan Adidas.

Sebagai informasi, saat ini Manchester United menjadi klub dengan kontrak apparel terbesar di Liga Inggris. Manchester United menerima 75 juta pound (sekitar 1,3 triliun rupiah) per tahun dalam kontrak berdurasi 10 tahun dengan perusahaan olahraga asal Jerman tersebut.

Jika berjalan lancar, maka jersey baru Liverpool musim 2020-2021 sudah mulai dipromosikan oleh beberapa publik figur seperti Lebron James, Drake dan Serena Williams.

Kepastian Liverpool yang bakal mendapat banyak dana dari Nike memunculkan kembali peluang The Reds untuk menggaet Kylian Mbappe. Kabar ini bermula saat diketahui jika Kylian Mbappe pergi ke Amerika Serikat sejak Rabu (12/6/2019).

Kemudian Kylian Mbappe merilis sebuah video pada bulan Juni 2019 yang menunjukkan kegiatannya pada hari pertama ia di negeri Paman Sam. Dalam cuplikan video tersebut, ia turut menemui pebasket NBA, Lebron James dalam sebuah pertemuan.

Selain karena Lebron James adalah atlet yang disokong Nike, ia juga diketahui merupakan salah satu pemilik saham minoritas di Liverpool. Lebron sudah menginvestasikan uangnya di Liverpool sejak tujuh tahun lalu tepatnya pada April 2011.

Kalahkan New Balance di Pengadilan, Liverpool Pindah ke Nike
Saat Ini Nike Telah Menjadi Sponsor bagi Pebasket LeBron James, Rapper Drake dan Petenis Serena Williams

James membayar 6,5 juta dollar Amerika atau setara 4,8 poundsterling untuk memiliki 2% saham di Liverpool saat perusahaan pemasarannya LRMR menandatangani kemitraan dengan Fenway Sports Partners, yang dijalankan oleh pimpinan Liverpool Tom Werner dan John Henry.

Sejumlah fans Liverpool membubuhkan #Mbappe2020 di twitter usai mengetahui Liverpool akan bekerjasama dengan Nike. Selain Mbappe, fans Liverpool juga menginginkan Jadon Sancho untuk melengkapi skuad The Reds pada musim 2020-2021.

Klub sepak bola Liverpool memenangi gugatan dari produsen perlengkapan olahraga New Balance atas dugaan pelanggaran klausul kontrak sponsor sebagai penyedia jersey dan berbagai pakaian olahraga.

Putusan Hakim Pengadilan Tinggi, Nigel Teare, yang dibacakan di London pada Jumat siang waktu setempat menyatakan bahwa Liverpool tidak diwajibkan untuk menerima pengajuan kontrak baru New Balance yang menyamai tawaran tertinggi dari produsen lain, Nike.

“Atas berbagai pertimbangan, memutuskan menolak gugatan New Balance,” kata Hakim Teare dilansir Liverpool Echo, Jumat (25/10/2019).

“Liverpool tidak wajib untuk menerima pengajuan tawaran kontrak baru New Balance,” demikian ia menambahkan.

Muara gugatan muncul ketika Liverpool menolak tawaran kontrak baru bernilai 40 juta poundsterling per tahun yang diajukan New Balance demi menyamai tawaran dari Nike. Padahal, menurut New Balance dalam klausa kontrak yang masih berlaku disebutkan bahwa mereka punya opsi untuk menyamai angka tawaran dari produsen lain setelah kontrak berakhir.

Liverpool dalam menghadapi gugatannya menilai bahwa New Balance tidak bisa menyamai Nike dalam aspek pemasaran. Salah satu yang muncul sebagai permasalahan adalah New Balance dianggap ingkar janji atas ketersediaan jumlah gerai fisik di Asia yang sempat dijanjikan kala membicarakan kontrak yang berlaku dengan Liverpool saat ini.

Lebih jauh dari itu, Liverpool juga menyebut Nike bisa menghadirkan keunggulan pemasaran dengan keberadaan nama-nama atlet berbagai cabang olahraga sosok pesohor yang diyakini membantu mengatrol manfaat pemasaran.

Nama megabintang bola basket LeBron James, yang juga pemilik saham Liverpool,  petenis langganan nomor satu dunia sekaligus peraih 23 gelar bergengsi Serena Williams dan rapper Drake menjadi beberapa sosok berpengaruh di kubu Nike yang akan memberikan keuntungan bagi Liverpool.

Kalahkan New Balance di Pengadilan, Liverpool Pindah ke Nike
Desain Baru Jersey Liverpool, Logo Nike Menggantikan Logo New Balance

“Saya menyimpulkan tawaran dari Mew Balance dalam hal pemasaran tidak menarik bagi Liverpool dibandingkan apa yang dimiliki Nike,” kata Hakim Teare.

“Sebab jika bersama New Balance, Liverpool tidak bisa mendapat manfaat dari superstar global sekaliber LeBron James, Serena Williams dan Drake,” pungkas Hakim Teare.

Related Articles